Site icon Persembahan

Arti Allah Tritunggal Menurut Alkitab Dalam Penjanjian Baru

Banyak pertanyaan yang sering tidak dimengerti dalam iman Kristen dan dari sekian banyak pertanyaan tersebut, salah satu yang paling dipertanyakan adalah tentang Tritunggal. Pengertian sebetulnya dari Tritunggal yang utama adalah Allah adalah 1 namun dengan 3 pribadi yang berbeda. Kita sebagai manusia seringkali tidak mengerti tentang hal ini sebab kita tidak mengenal secara baik tentang kesempurnaan Allah yang Maha Agung tersebut. Pada artikel kali ini, kami akan mengulas secara lengkap pengertian Tritunggal dalam Alkitab untuk anda.

Pada 1 Yohanes 4:8 dan 1 Yohanes 4:10 dijelaskan jika kasih berasal dari Allah dan sudah ada sejak awal sebab Allah merupakan kasih dan Bapa, Putra dan Roh Kudus menjadi satu kesatuan yang tidak terpecah. Dengan kasih Allah yang benar-benar tumbuh dalam diri kita dan mujizat Tuhan Yesus tersebut, sebetulnya kita juga dapat menyatu dan tak terpecah, akan tetapi selama hidup di dunia ini membuat kita tidak dapat berbuat kasih sempurna dari Bapa sebab godaan dunia yang begitu besar.

Arti Allah Tritunggal Dalam Ajaran Alkitab 

Pada Yohanes 10:30, Yesus memperlihatkan satu kesatuan yang tidak terpisah dengan Allah dan pada Doa-nya yang terakhir bersama dengan para murid sebelum sengsara-Nya, Yesus juga berdoa pada Bapa supaya semua murid bisa menjadi satu sama seperti Bapa yang ada didalam Dia dan Dia didalam Bapa, dengan ini bisa disimpulkan jika Yesus sudah menyatakan diri-Nya yang serupa dengan Allah dan Ia adalah Allah itu sendiri. Ini juga mengingatkan kita kembali pada makna kebangkitan Yesus pernyataan Allah Bapa, sebab Allah Bapa bersabda Yesus adalah anak-Nya yang dikasihi pada waktu pembaptisan Yesus.

Dalam Yohanes 15:26 juga menjelaskan kesatuan Yesus dengan Allah Bapa dimana Yesus juga sudah menyatakan kesatuan Diri-Nya dengan Roh Kudus yakni Roh yang sudah dijanjikan-Nya pada para murid yang disebut dengan Roh Kebenaran dari Bapa. Roh tersebut adalah Roh Yesus sebab Ia merupakan kebenaran. Kesatuan ini juga kembali dipertegas Yesus pada pesan terakhir sebelum Ia naik ke surga, Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus…”(Mat 28:18-20). Dalam Yohanes 5:7 juga kita bisa melihat pengajaran Yesus seperti Rasul Yohanes yang mengajarkan jika Bapa, Firman yang adalah Yesus Kristus dan Roh Kudus adalah satu.

1. Allah Adalah Esa

Dalam beberapa ayat Alkitab tersebut sudah menjelaskan pengertian Allah secara jelas dan masih banyak ayat dalam Alkitab yang menjelaskan tentang janji-janji Tuhan Yesus bagi orang percaya dan pengertian Allah Tritunggal dalam arti yang tersamar. Dengan begitu banyak ayat yang menjelaskan pengertian Allah adalah satu tersebut membuat kita sebenarnya tidak lagi harus mempertanyakan dan ragu akan hal tersebut. Kesatuan Allah ini meliputi Bapa, Yesus Kristus dan juga Roh Kudus dan bukan menjadi 3 pribadi yang berbeda namun 1 kesatuan dan ketiganya merupakan kekal, sudah ada sejak semula, tidak ada penciptanya dan bahkan sebelum semua ini terjadi.

Dalam Yohanes 17:5 juga kita bisa melihat Yesus menyatakan keberadaan-Nya yang sudah ada bersama dengan Allah Bapa sebelum dunia diciptakan. Kristus merupakan Firman yang ada bersama Allah dan Firman itu sendiri adalah Allah serta oleh-Nya lah semua bisa dijadikan. Ini menyimpulkan jika mustahil Yesus menjadikan segala sesuatu apabila Ia bukanlah Allah sendiri.

2. Bapa adalah Allah, Yesus adalah Allah dan Roh Kudus adalah Allah

Dalam 1 Korintus 8:6 yang sudah tertulis di Alkitab secara singkat menjelaskan jika Bapa menjadi sumber dari segala sesuatu dan hanya pada hukum taurat yang harus kita taati kepada Bapa kita hidup. Hanya lewat Yesus Kristus semuanya bisa terjadi dan menjadi jalan bagi kita menuju ke Bapa. Yesus merupakan firman yang hidup, saat hari penciptaan, Allah berfirman dan semuanya terjadi dan Yesus merupakan firman yang sudah terwujud menjadi seorang manusia.

Dalam Yohanes 1:1 dijelaskan jika Yesus adalah Anak Allah yang hidup dan pada Yohanes 10:30 dijelaskan jika Yesus menyatakan Diri-Nya dan Allah Bapa merupakan satu kesatuan yang utuh dan tak terpisahkan. Roh kudus adalah Allah dan Roh Kudus memiliki sifat yang sama persis dengan sifat Allah. Roh Kudus tidak memiliki karakter seperti kekuatan mistis sebab merupakan satu pribadi dengan Allah. Dalam Kisah Para Rasul 5:3-4 tertulis jika kita sebagai manusia mendustai Roh Kudus, maka itu berarti kita juga mendustai Allah.

3. Mengapa Menjadi Kesatuan

Lalu bagai mana mungkin Bapa, Anak dan juga Roh Kudu menjadi satu kesatuan? Kita sebagai manusia seringkali menggunakan sebuah perumpamaan dari makna Paskah seperti contoh seorang anak yang ada dalam sebuah keluarga dan menjadi murid di sekolah serta menjadi seorang teman diantara sahabatnya. Meskipun ketiga hal tersebut berbeda namun tetap seorang anak yang sama dan hanya mempunyai fungsi yang berbeda. Dalam Bapa, Putra dan Roh Kudus mempunyai fungsi yang berbeda dan merupakan 3 pribadi yang juga berbeda, sehingga perumpaan tentang seorang anak diatas terasa kurang cocok.

Dalam Yohanes 17:23 menjelaskan jika apa yang sudah Bapa berikan pada Yesus Kristus dan diberikan lagi oleh Yesus pada kita adalah kasih dan kasih dari Bapa inilah yang membuat kita menjadi satu kesatuan dalam simbol Kristen. Kasih ini adalah kasih Agape yang tidak bersyarat dan menjadi kasih sempurna yang hanya milik dari Allah dan kesimpulan dari Bapa, Putra dan Roh Kudus adalah kasih tersebut sebab kasih agape yang sudah menyatukan Bapa, Putra dan Roh Kudus. Tiga hal tersebut bukanlah hal yang berbeda namun sebuah kesatuan yang tidak mungkin dipisahkan.

Dalam Syahadat Aku Percaya dalam Katolik juga dinyatakan jika rahasia pusat dari Iman Kristen adalah Misteri Tritunggal. Oleh karena itu Trinitas merupakan dasar dari iman orang Kristen yang utama. Dan masih ada pengertian yang banyak diketahui dengan mengenai Allah Tritunggal sebagai Maha Kudus sebagai berikut:

Dogma Mengenai Trintunggal Maha Kudus

Dengan kasih-Nya yang sempurna tersebut dalam kehidupan Tritunggal Maha Kudus, Allah merangkul kita supaya bisa menanggapi panggilan-Nya dan dengan persatuan Allah maka kita sudah mencapai puncak kehidupan spiritual dimana kita sudah dimampukan oleh Allah untuk mengasihi-Nya dan juga sesama.

Exit mobile version