oleh

Ayat Alkitab untuk Bantu Keputusan di Dalam Karir

Apakah Anda diperhadapkan situasi dimana Anda harus mengambil keputusan besar dalam karir. Tapi di satu sisi Anda merasa masih ragu dengan keputusan itu?

Jika Anda tidak ingin menyesal dengan keputusan tersebut, cobalah mencari petunjuk dari 8 ayat Alkitab di bawah ini:

1# Pengkhotbah 9: 10

“Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.”

Beberapa orang memilih untuk bertahan dengan pekerjaannya sekalipun tidak menyenangkan. Tetapi kemudian mereka mulai mengerjakannya dengan biasa-biasa saja.

Ayat di atas mengingatkan kita untuk mengerjakan apapun yang ada di tangan kita dengan sekuat tenaga ketika bekerja untuk atau dengan orang-orang yang tidak sesuai atau bahkan menyebalkan.

Kita perlu mengarahkan fokus kita kepada Tuhan sebagai bos yang akan membayar upah dari pekerjaan kita. Jadi, bekerjalah dengan sungguh dan biarkan Tuhan menilai hasil pekerjaan Anda.

2# Mazmur 119: 48

“Aku bangun mendahului waktu jaga malam untuk merenungkan janji-Mu.”

Saat Anda membuat keputusan karir, kepercayaan diri kita jauh lebih besar jika kita meluangkan lebih banyak waktu untuk berdoa dan merenung. Roh Tuhan akan memberikan kejelasan dan arahan untuk langkah kita selanjutnya. Biasanya Tuhan akan menuntun dengan berbagai cara, bisa dengan merasakan damai sejahtera di dalam hati kita memutuskan untuk resign dan mencari ladang karir yang lain. Atau Tuhan juga bisa dengan cara yang tak terduga membukakan pintu kesempatan karir yang baru bagi Anda.

Jadi bawalah keputusan Anda dalam doa dan perenungan pribadi dengan Tuhan.

3# Matius 6: 34

“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Seringkali keputusan kita dalam karir berdampak besar bagi keluarga dan aspek hidup kita yang lain. Perubahan pendapatan yang signifikan bisa mengundang pertentangan dari pihak dalam maupun luar.

Di masa-masa yang tidak pasti ini, kita akan sangat mudah jadi sasaran di iblis dengan menyebarkan ketakutan dan keraguan di dalam pikiran kita akan masa depan yang belum pasti.

Tetapi justru di dalam kondisi inilah kita harus lebih mengandalkan firman Tuhan.

 

 

4# Wahyu 3: 7

“apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.”

Tuhan mungkin membuka banyak kesempatan untuk kita, walaupun banyak yang tidak berhasil. Seringakali kita akan berhadapan dengan sesuatu yang belum kita pahami dengan jelas.

Tetapi jika kita mau mempercayai Tuhan sepenuhnya bekerja atas hidup kita, Dia akan menuntun kita kepada karir yang tepat.

5# Amsal 20: 18

“Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu berperanglah dengan siasat.”

Sama seperti Musa yang mendapatkan bimbingan dari mertuanya, Raja Salomo juga mengingatkan kita untuk memiliki kebijaksanaan dalam menghadapi pertarungan hidup kita sendiri, termasuk dalam urusan karir.

Carilah bimbingan dari orang yang berpengalaman di bidang yang Anda kerjakan. Pengalaman mereka mungkin akan berbeda dengan yang Anda jalani, tetapi setidaknya Anda bisa belajar tentang strategi yang mereka terapkan di dalam menjalani karirnya.

 

6# Pengkhotbah 5: 10

“Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.”

Sebagian dari pencari kerja pasti akan menanyakan tentang berapa besar upah yang akan kita terima dari suatu pekerjaan. Walaupun penting mempertimbangkan kecukupan upah yang kita terima untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi kita perlu berhati-hati dengan berbagai tawaran keuntungan finansial.

Memperoleh gaji yang cukup besar memang akan membebaskan Anda dari beban finansial keluarga. Tetapi hal itu juga bisa menimbulkan masalah baru jika Anda belum siap menjadi pengelola yang baik.

7# Amsal 24: 27

“Selesaikanlah pekerjaanmu di luar, siapkanlah itu di ladang; baru kemudian dirikanlah rumahmu.”

Saat Anda harus segera mengambil keputusan karir, Anda bisa mulai mengatur ulang anggaran Anda.

Pertimbangkan dengan matang soal standar gaya hidup Anda dan buatlah perubahan yang nyata sebelum Anda memutuskannya.

8# Amsal 20: 5

“Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya.”

Semua orang punya panggilan dan tujuan yang diberikan Tuhan. Akan sangat menyedihkan jika Anda hanya menghabiskan seluruh hidup Anda untuk melakukan pekerjaan yang tidak mengeluarkan potensi terbaik Anda.

Karena itu, selagi muda mulailah mengkonfirmasi apa panggilan sejati yang Tuhan taruh atas hidup Anda kepada Tuhan dan minta Roh Kudus untuk mengarahkan Anda kepada karir yang sesuai dengan hal itu.

Untuk mengambil keputusan karir memang membutuhkan keberanian. Entah Anda lebih nyaman menjalani pekerjaan paruh waktu atau penuh waktu, langkah pertama yang paling penting untuk dilakukan adalah dengan berdoa.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed