Site icon Persembahan

Karakter Kristus Dalam Alkitab Sebagai Manusia

Karakter adalah sifat kejiwaan, akhlak, dan budi yang terdapat dalam diri seseorang. Dengan mengetahui karakternya, kita dapat memberikan penilaian. Apakah orang tersebut baik atau tidak. Salah satu hal yang mempengaruhi karakter ialah lingkungan sekitar. Jika seseorang tinggal di lingkungan yang menjunjung tinggi kekeluargaan, kemungkinan besar ia orang yang loyal.

Karakter manusia yang sebenarnya akan kelihatan ketika dirinya menghadapi masalah. Ya, hidup ini tak pernah luput dari masalah. Namun, kita harus menyerahkan diri kita kepada Tuhan. Saat mengalami masa sukar, lihat dan ketahui makna kebangkitan Yesus. Memiliki karakter yang kuat, tangguh, tegar, stabil, dan sempurna.

Proses pembentukan karakter seperti Yesus tidaklah mudah dan diperoleh secara instan. Sebaliknya, proses tersebut amatlah menyakitkan dan mengancam kehidupan kita. Disini, Allah meminta kita untuk selalu setia kepada-Nya. Dengan membawa diri kita ke tempat yang dikehendaki Allah, kita telah mempersembahkan diri kita kepada-Nya. Roma 8:29 “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung diantara banyak saudara.” Berikut ialah karakter Kristus sebagai manusia:

1. Penuh Perhatian

Hati Yesus selalu tergerak oleh belas kasihan. Oleh sebab itu, Ia tidak tinggal diam jika manusia mengalami kesusahan. Matius 8:5-7 “Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita. Yesus berkata kepadanya: Aku akan datang menyembuhkannya.” Ayat di atas sebagai bukti bahwa Yesus sangat prihatin kepada manusia. Ia tidak akan membiarkan umat-Nya berlarut-larut dalam penderitaan.

2. Hidup Miskin dan Sederhana

Miskin bukanlah sebuah dosa, bukan juga salah satu hal yang luar biasa. Melainkan suatu tujuan hidup orang Kristen untuk meneladani hidup Yesus. Yesus memiliki karakter yang sederhana dan mau hidup miskin. Tujuannya agar Ia bisa sama seperti manusia. Dalam kemiskinan, kita diajarkan sesuatu hal yang sangat berharga. Sebuah pelajaran yang memiliki makna yang luar biasa.

Filipi 4:11-12 “Kukatakan ini bukanlah kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.”

3. Hidup Kaya Tanpa Ketamakan

Yesus itu kaya, karena Ia memiliki kuasa yang atas alam semesta. Namun, ia memilih untuk tidak tamak akan semua itu. Ia berbagi kuasa-Nya dengan melakukan mujizat Tuhan Yesus. Allah sangat senang jika kebutuhan anak-anak-Nya terpenuhi. Bagi mereka yang dekat dan telah belajar, Yesus membukakan kelimpahan harta sorgawi kepada mereka. Kelimpahan tersebut tiada habisnya.

4. Berani

Karakter Kristus selanjutnya ialah pemberani. Dapat dilihat ketika Ia menjungkirbalikkan meja-meja penyamun di Bait Allah. Tindakan tersebut sangat mengundang banyak perhatian. Namun, Ia dengan tegas mengatakan “Jangan Menjadikan Rumah Bapa-Ku sebagai sarang penyamun.” Kita juga dituntut untuk meneladani sifat Yesus yang pemberani. Yesaya 41:10“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu. Aku akan meneguhkan bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”

5. Penuh Pertimbangan

Allah Tritunggal selalu mempertimbangkan segala sesuatu sebelum mengambil keputusan. Ia memikirkan kapan waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu. Sama seperti kita, jangan terlalu terburu-buru ketika mengambil keputusan. Melainkan pikirkan dampak positif dan negatif yang akan terjadi dari keputusan tersebut.

6. Tegas

 

Yesus selalu bersifat tegas, terutama saat Ia dihadapkan pada keputusan sulit. Ketegasan ini bisa kita peroleh dengan cara belajar. Caranya dengan melakukannya dan menyerahkannya ke dalam tangan Tuhan. Ketegasan akan selalu menuntun kita pada hidup yang memiliki tujuan.

7. Berbelas Kasih

Yesus itu Maha Pengasih dan Penyayang. Sebagai manusia, kita dituntut untuk mengasihi musuh-musuh kita. Agar kita dapat bertumbuh dan berbuah di dalam Kristus. Hal tersebut merupakan bagian tersulit dalam hidup kita. Well, sebenarnya tidak terlalu sulit. Asalkan kita mau membuang rasa benci dan memupuk kasih sayang untuk diberikan kepada sesama manusia.

8. Tidak Butuh Ketenaran

Yesus tidak butuh sanjungan orang banyak. Ia juga tidak meminta untuk dikenal orang banyak. Namun, ia lebih memilih untuk “mati dalam diri sendiri”. Makna dari kalimat tersebut ialah “apabila kamu dilupakan, tidak dikenal, atau tidak dianggap sama sekali, dan engkau tidak lupa dan sakit hati terhadap penghinaan dan kelalaian ini. Tetapi sebaliknya, hatimu gembira, merasa layak untuk menderita bersama Kristus.”

9. Tahan Godaan

Ingatkah kamu ketika Yesus dicobai di padang gurun? Yesus mampu menahan diri-Nya dari berbagai godaan si Iblis. Bagaimana dengan kita? Di tengah-tengah dunia yang gemerlap ini, kita sulit manahan nafsu dan keinginan hati. Penyembahan berhala, pembunuhan, percabulan, dan pencurian dilakukan untuk mendapatkan harta duniawi. Kita kurang memaknai pandangan Iman Kristen terhadap gaya hidup modern

10. Selalu Puas dan Bersyukur

Yesus selalu bersyukur atas apa yang diberikan Bapa kepada-Nya. Namun, tidak bagi manusia biasa. Kita selaku Kristiani sangat tamak dalam hidup. Bukan malah hidup sederhana dan mengetahui makna paskah. Sudah punya rumah, ingin punya apartemen. Sudah punya mobil, ingin punya yang baru lagi. Ketamakan akan membawa manusia hidup dalam kehancuran dan egoisme.

11. Pemaaf

 

Karakter manusia dalam diri Yesus selanjutnya ialah pemaaf. Ia mau memaafkan siapapun yang telah berbuat dosa kepada-Nya. Tidak memandang apakah dosa tersebut berat atau tidak. Sifat ini tampak jelas ketika karakter Kristus mau memaafkan dosa seluruh umat manusia. Terutama orang-orang yang menyalibkan Dia. Lukas 6:37 “Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.”

12. Rendah Hati

Yesus itu rendah hati. Ia merendahkan diri-Nya agar sama dengan manusia biasa. Kerendahan hati-Nya dibuktikan ketika Ia dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan. Kitapun harus bisa demikian. Walaupun beribu-ribu pujian datang, tetaplah mempertahankan sikap rendah hati. Jangan sekali-kali kamu meninggikan diri. Biarlah Yesus sendiri yang meninggikan dirimu.

13. Penyabar

Yesus itu Maha Penyabar. Ia sabar ketika dianiaya dan dijelek-jelekkan oleh orang banyak. Ia tidak marah, malahan Ia mendoakan orang tersebut agar mau bertobat. Yesus sabar menunggu agar manusia di dunia ini bertobat dan mau menjadi murid Kristus.

14. Sanggup Dianiaya

Sama seperti Yesus yang dianiaya, kita sebagai manusia juga akan menerima penganiayaan. Cepat atau lambat, tuduhan palsu akan dilemparkan pada kita. Tapi, jangan membukakakan pintu kebencian bagi orang yang menganiaya kita. Ingatlah akan janji Tuhan bagi orang percaya. Tetaplah belajar untuk mengasihi musuh-musuh kita. Jangan lupa juga untuk berdoa dengan cara berdoa yang benar.

15. Tulus Hati

Yesus mengasihi manusia secara tulus ikhlas. Tanpa meminta apapun dari manusia yang dikasihi-Nya. Ketulusan Yesus membawa terang dan kesempurnaan bagi hidup manusia. Ia sebagai manusia telah menunjukkan bahwa semua hal itu bisa dilakukan. Yang terpenting ialah kemauan.

Itulah 15 karakter Yesus sebagai manusia. Kita sebagai Kristiani diharapkan bisa meneladani karakter tersebut. Tidak lupa juga untuk menaati hukum Taurat. Semoga pengetahuanmu tentang Kristiani bertambah ya.

Exit mobile version